Contributors


"Kenapa kau mula menulis?" saya tunggu jawapan dia sambil makan ais krim kon di McD.

"Saya mencari diri. Siapa Adi? Macam-macam saya cuba; skateboard, music. Bila saya menulis, macam best pula,"

Bila dia mula menulis, terus bukunya pun lahir. Yes, dia ada buku.

You intrigue me, Adi. Actually itu yang saya fikir bila saya diam sambil tengok rambut kerintingnya dan membaca gerak-gerinya. Kubu pertahanan antara saya dan orang luar tebal macam bebal, tapi kami selalu bertukar buah fikiran tentang sastera tanpa takut. Lain orang, lain yang dicari dalam hasil penulisan. Kelebihan Adi, dia akan ubah the obvious, mundane... jadi genius. Not to forget his sense of humor and element of surprise. I'm a big fan.  

Pertama kali aku melihat karya seni Chum sewaktu di Tenom, lukisan warna air; secawan kopi, bekas lecet kertas berbentuk "o" (bekas bulatan cawan kopi) dan garisan lurus menghubung-gabungkan kedua-dua subjek menjadi satu, membuat aku terpegun dengan hasilnya. Ringkas dan kreatif, seperti pelukisnya.

Selain daripada mahir dalam bidang lukisan, dia juga bijak memainkan bahasa-bahasanya tersendiri yang di rangka dalam sajak dan puisinya.

Penampilannya kelihatan sok-sok suci, ibu-ibu di pasar membeli sayur dan cili, kadang kelihatan seperti seorang yang gebu dan comel ingin menyelamatkan bumi ini daripada penaklukan makhluk asing (kebanyakan lukisannya aneh-aneh, so, berkait sikit).

Namun tidak pula pada karekter dalamannya. Saya, secara malasnya untuk menerangkan dengan terperinci, hanya akan katakan dia seorang yang baik dan bagus. Dia juga seorang yang mesra dan cepat masuk mood-mood bercerita.

Seterusnya, itu saja.
— s.k


Photo by Light Show Photography
They say a picture speaks a thousand words, but Emily's beauty can never be reduced to a bunch of photographs. She’s a goddess trapped on this forsaken earth and you’d be lucky to be in her presence. With her laidback attitude, old-school touch, strong eye for the natural world around her and pleasant warmth, she’ll let you trace the outline of her mind just by the inspiration her presence brings. 


In our 12 years of friendship Fay has seen me through broke times, sad times, boring times, hideous jealous rage times, uncontrollable laughing times, malu times, good times, and all the bad. Loyal as fuck, yet somehow she also manages to excel in every other aspect of her life too. She’s driven by passion and emotion that is prevalent in her artwork. In these 12 years, I have had the great fortune of being able to watch her hard work and creative depth evolve into what it is today. She puts her bleeding heart on paper as she does her sleeve and she does it so well that you are sure to love her work and her spirit, as I do.


Much of my relationship with Liana lives largely off the back of her artwork. Without knowing much about her at all, my connection to and perception of her is grounded in the emotions she has managed to bring up in me through her art. Liana is exceptional in that she successfully manages to leave a trail of her essence in all the work that she does, and it is through that soft touch that I have grown to know and appreciate her as a person. She is someone who is bursting with optimism and affection most days, allowing her warmth to radiate through her art. And on days that she isn’t quite bursting, she is brave enough to acknowledge them too.

Her work and her heart both understand the wide spectrum of human emotion we are all vulnerable to, and it is for that reason that I will always be a fan of both.



s.k ani mun di liat dari luarannya kategori lelaki bangis jua sama manis sedikit.. tapi pandai jua kusut mua-nya tambah tia lagi rambutnya atu "ungkut-ungkut abai singa" (mun mama melagau), tapi keliatan jua lah kedia atu berani. Mun dari segi tulisannya, andang kebanyakannya dapat kurasai melalui nada dalam tulisannya atu yang menggambarkan perasaan, bukannya permainan kata semata-mata... setiap rangkap atu lahir kesatuan makna. Sadaplah nya urang mun membaca. Banyakkan lagi hasil karya tulisan mu ah, awang s.k.

— Chum

Valerie Vanessa
~
Instagram

“Oh, macam Yes Man?” saya tanya dia dengan penuh keterujaan.
“Yaaa!” jawabnya girang.

Flashback, that time dia cerita yang after saying "yes" to so many new things (good things I presume), suddenly, her life transformed into something amazing (lebih kurang macam itu). Terus, boom! I know in that instant, dia ni someone yang kau boleh bawa cerita pasal naga, alien, conspiracy theory and why today’s music sucks.

Bonus. Kejujuran dia dalam karya sangat jernih sehingga kau mahu bagi dia pelangi untuk dia warnakan sesuka hati. Dan, kau tahu yang there’s a lot about her yang dunia patut tahu; unexpected things that'll take you totally by surprise.

Iltizam dia dalam hidup untuk terus maju ke hadapan, dan dia punya harapan emas tentang masa depan buat kau rasa terpesona dan bagi sakti untuk diri kau sendiri. Magis yang buat kau anggap dia ni tipikal mama type. Tapi, sangat penting dalam mana-mana social group. 

Dan hei, she's mastered the art of listening, which makes her the most wonderful companion ever.

— Adi HJ

Ana Jonessy
~
Instagram • Portfolio
Kalau dibandingkan saiz badan dan penampilan luaran, agak sukar untuk meramal keperibadian Ana. Dia tampak lemah, kadang kasar, kadang seperti samseng di kaki lima, mempunyai kes mematahkan kaki orang sewaktu kanak-kanak, memang sukar dijangka.

Namun secara peribadi, saya melihat Ana seorang yang sangat produktif, kreatif, inovatif, semua benda lah yang ada "tif-tif" di belakang perkataan itu dia angkat, sangat teliti dan passionate dalam kerjanya. Dia juga kadangkala boleh menjadi pakar perunding nasihat dalam apa-apa hal, sekaligus intonasinya ketika bercakap sering dikastakan kepada pangkat "mama-mama" dalam mana-mana jenis perbualan, secara realitinya.


Oh dan ya, dia adalah mastermind ORKED MAG ini.

— s.k