Melankolia

Source: Tumblr

Dalam lautan meja kosong,
matari terik menyelinap masuk ke dalam kedai kopi mahal membentuk bayang-bayang tiada simetri,
kegelapan menelan meja kosong walau bulan masih bersenggama dengan bintang,
adakah rindu curang kepada sepi?

Lelagu akustik yang tidak pernah didengar di radio,
pendingin hawa yang tidak sedingin minuman mahal,
lampu malap yang membawa semua mimpi menjadi raksasa mati,
adakah rindu lupa kepada sunyi?

Gelak tawa anak orang kaya sedang membunuh hari tukang sapu yang mati-mati kerja untuk belikan telefon murah kepada anaknya,
suara barista bercakap bahasa barat yang tidak jelas diksinya,
potret-potret pemandangan yang Piccaso tidak sengaja beri ilham selepas menjadi hantu kepada pelukis jadi-jadian,
adakah rindu menunggu mimpi?

Dan, kamu, bidadari,
bisikan hati sajak ini,
sempurna perbuatan, perkataan dan perwatakan,
menyihir aku untuk maki,
kedai kopi mahal tempat kita bertemu,

d
  u
    l
     u

No comments

ORKED MAG aims to stimulate dialogue and debate around social and cultural issues, arts, life and beyond, so we’d love to hear from you. Let us know what you think in the comments or connect with us on Instagram, Twitter and Facebook. Cheerio!