Ketika Tuhan Jatuh Cinta


Kirim padaku sayap dari syurga,
aku terbang membawa bunga,
mencari engkau yang sengsara.

Kirim padaku senandung rindu,
agar laguku singgah ke masa dulu,
mengubat pilumu yang lalu.

Kirim padaku warna biru,
aku menjadi langit,
meneduh engkau yang malu,
kepada matari yang terik.

Kirim padaku derita,
agar aku kenal bahagia,
biar jadi cerita,
dua hati enggan berpisah,
berjanji hari esok tiada hilang,
dan semalam hanya hari malang.

Tiada mampuku beri,
lagu semerdu angin melambai ombak,
harta sebiru lautan,
puisi seindah Rumi,
semua luar batas mampuku,
yang ada hanya murni,
ambillah,
gantung jantungku.

Sajak ini menanam harapan,
kepada sisa-sisa kenangan,
yang kita bina,
di atas cemara,
sebelum kata akhir diucap,
dan janji aku tulis di atas daun,
agar engkau ingat,

engkau,
aku,


satu.

No comments

ORKED MAG aims to stimulate dialogue and debate around social and cultural issues, arts, life and beyond, so we’d love to hear from you. Let us know what you think in the comments or connect with us on Instagram, Twitter and Facebook. Cheerio!