Kelmarin Sudah Kiamat


Pekat hitam menyambut hujan turun,
bulan malu bila awan berkepul ramai,
kita menyaksi payung pantas berlari,
dan di ribaku,
aku menjabat sabarmu,
dengan selimut ikhlas,
menutupi malu semalam.

Di tabir hitam,
bulan tenggelam,
suaramu anggun seperti angin rindu,
aku menjadi malu,
jarimu menari,
mengira janji,
menanam bahagia,
menutupi amuk semalam.

Suaramu membisik,
ucap malam ini akan selamat,
kelkatu datang merisik,
membawa sinar ke jagat,
melipat marah,
menjadi rama-rama,
terbang ke awan,
dimakan naga,
menutupi perit semalam.

Dan kita menjadi dewa dewi,
mengharumkan matari,
menyambut hari baru,
dengan gemersik burung-burung,
senandung asyik angin menyapa gunung,
dan kita berdua menyulam lagu ceria,
berjanji gembira walau hati membara.

Mari, terbang ke pelangi,
bersayap harapan,
agar esok tidak palat,
kelmarin sudah kiamat.

No comments

ORKED MAG aims to stimulate dialogue and debate around social and cultural issues, arts, life and beyond, so we’d love to hear from you. Let us know what you think in the comments or connect with us on Instagram, Twitter and Facebook. Cheerio!