Empat Saat yang Hebat

Source



tiga belas jam yang lalu
empat saat itu,
empat saat saat itu;
lagi, lagi, lagi
sayang lagi sayang
sayang sayang
sayang
sa-yang


oh, sayang,

ada mammoth purba berlari riang
dan kakinya memijak-mijak taman bunga;
sejuta dandelion
menjadi debu-debu
merayau bebas
ke celah pelangi


dan bertukar

menjadi kupu-kupu yang;
di hujung sayapnya
ada percikan serbuk kaca
mengibar warna
biru-biru dan putih-putih
seperti semua sedang berpuas hati.


sementara
ada tiga cupid kecil
menyusul dari bulan
dengan harp dengan violin dengan piano
dengan vokal goddess ancient roman
dari beribu-ribu abad yang lalu,
melastik anak panah berbentuk lagu;

kita, dan cinta adalah bebas
sekarang,
atau sudah lama
dunia kita
menjadi sebuah
mesin ghairah
berbentuk sfera.

sayang sayang sayang
sayang sayang
sayang
sa-yang
sa
yang


oh, sayang,

empat saat itu
adalah nombor kegemaranku
walau sekali
tanpa kau di sini
tanpa melihatmu
tanpa
melihat
mu

No comments

ORKED MAG aims to stimulate dialogue and debate around social and cultural issues, arts, life and beyond, so we’d love to hear from you. Let us know what you think in the comments or connect with us on Instagram, Twitter and Facebook. Cheerio!