Banyak Cakap, Sendiri

"Banyak Cakap, Sendiri" by Chum


Waktu bos menengking saya, dalam hati, saya sudah mengatakan selamat tinggal kepada bos. Bukan itu saja, saya juga akan mengatakan selamat tinggal kepada meja kelabu yang berlekuk-lekuk, selamat tinggal kepada Sticky Notes dan life goals, selamat tinggal kepada laptop tajaan yang rajin update software secara tiba-tiba, pensil yang dahulunya panjang, rak meja yang kekadang ada anak lipas, deadline yang menyesakkan. Selamat tinggal juga kepada rakan sejawat; Morley yang lipstiknya sedodon dengan heels merah runcing yang boleh dijadikan senjata homisid, lukisan kening Nayang yang kekadang senget sebelah, Burd yang rambutnya bagai nak gila, Rafi yang selalu mengeluh di Fb, dan tidak lupa makcik jaga yang menjual rokok seludup, namanya saya lupa—saya jenis yang susah nak ingat nama. Dan tidak lupa kucing yang jalannya angkuh, dan juga lantai office yang sejuk.

Tapi bila bos kata dia ialah "bos" sambil menengking, saya perasan, dia berkait rapat dengan status kewangan saya.

No comments

ORKED MAG aims to stimulate dialogue and debate around social and cultural issues, arts, life and beyond, so we’d love to hear from you. Let us know what you think in the comments or connect with us on Instagram, Twitter and Facebook. Cheerio!